wisuda2

Universitas Terbuka (UT) Denpasar, Selasa (30/4) menyerahkan ijazah serangkaian Wisuda Periode I tahun 2019 di Hotel Hongkong Garden Jalan By Pass Ngurah Rai, Padanggalak, Denpasar Timur. Menurut Direktur UT Denpasar, Dra. B. Esti Pramuki M.Pd., ada 1.211 mahasiswa, baik dari jenjang Diploma, Sarjana 1 dan Pascasarjana, yang menerima ijazah sekaligus dilakukan penyematan toga.

Rinciannya, Fakultas Ekonomi 141, Fakultas Ilmu Hukum, Sosial dan Politik sebanyak 65, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 1004 dan Pascasarjana satu orang.
Tema dalam korps wisuda dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi UT Denpasar, dirangkai dengan seminar, adalah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Memajukan Pendidikan Tinggi di Provinsi Bali”.

Ketua LPPMP UT, Ir. Adi Winata, M.Si., menjelaskan bahwa ini adalah wisuda tahap pertama. “Mestinya wisuda diselenggarakan di UT Pusat Jakarta. Karena jumlah mahasiswa yang luar biasa, akhirnya penyerahan ijazah di Kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar. Dengan jumlah seribuan ini, para wisudawan tidak perlu ke Jakarta. Memang ada perwakilan, yakni 10% dari jumlah ke seluruhan yang boleh ke Jakarta,” tandas Adi Winata.

UT adalah perguruan tinggi yang ke 45. Sudah 34 tahun lalu lahir. Tujuan didirikanya adalah menyerap tamatan SLTA yang tidak terserap di Perguruan Tinggi Negeri. Mereka bisa masuk UT. Dan pada tahun 1984, yang banyak masuk adalah orang yang bekerja yang ingin meningkatkan kualifikasinya. “Dulu hanya 10% lulusan SLTA, sekarang sudah meningkat menjadi 40%,” jelasnya.

Dikatakan, proses belajar salah satunya adalah belajar jarak jauh (tanpa tatap muka). Namun sekarang sudah ada tutorial tatap muka dan tutorial online. “UT ini pendidikannya jarak jauh. Dengan generasi 4.0, sudah bergeser dengan layanan online. Jadi, proses pendidikan tidak mesti tatap muka, namun ada tutorial online. Jadi di manapun bisa kuliah secara online, tidak perlu datang ke tempat tutorial. Dengan HP pun bisa,” tegas Adi Winata.

Soal kelulusan, Adi Winata mengatakan sama dengan kuliah umum. Yakni, rata-rata empat tahun. Hingga saat ini, jumlah mahasiswa sekitar 320 ribu mahasiswa, dan juga ada di luar negeri. Dan program studi yang banyak diminati di UT adalah jurusan Manajemen, Akutansi, Ilmu Hukum dan Ilmu Pemerintahan.

Di UT yang sudah terakreditasi A itu, dikatakan Adi, sudah didukung oleh SDM yang profesional dari berbagai perguruan tinggi ternama. Ada dari UI, UGM, UNPAD dll. Pengajar harus minimal S2. “Kita jaga kualitas. Ada juga praktikum dengan bekerja sama dengan instansi lain,” jelasnya.

Hingga saat ini, UT sudah mewisuda sekitar 1,7 juta lebih mahasiswa.

Wisuda1

Sementara Direktur UT Denpasar, B. Esti Pramuki M.Pd., menjelaskan bahwa saat ini UT Denpasar tercatat 5300 mahasiswa. “Dan semester ini kami punya mahasiswa 970 orang di Denpasar. Dan juga di UT lain, di setiap semester pihaknya terus membuka pendaftaran. “Setiap semester dibuka registrasi. Kami tidak menunggu anak SLTA lulus, namun setiap semester dibuka dan semua mata kuliah disediakan,” kata Esti Pramuki.

Dan untuk praktikum, pihaknya mengaku bekerjasama dengan beberapa mitra kerja atau instansi lain. Termasuk dengan pengadilan, dan lembaga lainnya.

Ke depan, Adi Winata bersama Esti Pramuki mengatakan dengan generasi 4.0, anak muda diharapkan tidak lagi takut kuliah sambil bekerja. “UT menjadi pilihan anak muda. Trendnya sekarang adalah kuliah di dua tempat dengan jurusan yang berbeda. Ini tidak menggangu aktifitas pokok. Dan banyak mengambil dua jurusan. Misalnya ada mahasiswa kedokteran, di sini ngambil penerjemah,” tutup Esti Pramuki.

 

Sumber : Balipost

Patut2019 5 edit

Tutorial merupakan salah satu layanan bantuan belajar yang diberikan kepada mahasiswa UT di setiap pokjar. Salah satu manfaatnya utamanya adalah dapat membantu mahasiswa untuk memecahkan masalah (problem solving) yang dihadapi dalam mempelajari modul dan menambah pengayaan mahasiswa terhadap materi sekaligus dapat meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa. Mengingat pentingnya peran dan fungsi tutorial tersebut, maka tentunya dibutuhkan tenaga tutor yang memiliki kompetensi sesuai bidang keahliannya. Tidak hanya itu, tutor juga harus mampu mendorong dan memotivasi mahasiswa untuk disiplin terhadap waktu dan belajar mandiri agar dapat menangani kendala yang dihadapinya dalam proses belajar.

Ketersediaan tenaga tutor yang berkompetensi tersebut sangat disadari oleh UT Denpasar. Untuk mewujudkannya, sejak awal UT Denpasar telah berupaya meningkatkan kompetensi tenaga tutor yang ada di UT Denpasar secara rutin dan berkala melalui Pelatihan Tutor - Universitas Terbuka (PATUT-UT).

Program Pelatihan Tutor Tutorial Tatap Muka Universitas Terbuka (Pelatut TTM UT ) dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi setiap tutor agar mampu mengelola tutorial secara aktif, partisipatif sesuai dengan konsep dan prinsip belajar mandiri yang merupakan karakter dari pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ). Selain itu, tutor UT yang banyak berasal dari dosen perguruan tinggi reguler tatap muka (non PTJJ), kegiatan Pelatut TTM UT ini juga dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tutor tentang esensi aktivitas tutorial untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tutorial dan layanan bantuan belajar bagi para mahasiswa UT.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari di Hotel Grand Santhi Denpasar tanggal 23 – 25 Maret 2019, dibuka oleh Direktur UT Denpasar Dra. B. Esti Pramuki,M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tutor UT adalah kepanjangan tangan UT dalam membantu layanan bantuan belajar bagi mahasiswa UT. Pada kegiatan ini UT-Denpasar juga mendatangkan narasumber dari UT-Pusat yaitu Drs. Jamaludin,M.Si. Karena itu para tutor yang melaksanakan aktivitas tutorial dengan baik akan sekaligus menjadi promosi tersendiri terkait dengan kualitas proses pembelajaran UT. Hal ini berkontribusi dalam pencapaian salah satu misi UT Denpasar yaitu “Menjadi Model Layanan Unggulan Penyelenggarakan Sejumlah Program Pendidikan yang Sesuai dengan Kekuatan Lingkungan UPBJJ UT”.

 Patut2019 1

Peserta pelatihan adalah calon tutor UPBJJ UT Denpasar sebanyak 30 orang yang berasal dari berbagai daerah diwilayah UPBJJ UT Denpasar, yaitu yang berasal dari Negara 3 orang, Karangasem 7 orang, Denpasar 4 orang, Gianyar 2 orang, Buleleng 5 orang, Nusa Penida 3 orang, Klungkung 2 orang, Tabanan 3 orang, dan Badung 1 orang

Bahan Pelatihan didesain dan dikembangkan oleh Tim PAU-PPI UT untuk digunakan sebagai referensi utama dalam penyelenggaraan Program Pelatihan Tutor di UPBJJ-UT Denpasar. Ada 15 materi pelatihan yaitu: 1. Ruang Lingkup Tutorial tatap Muka dan program Pelatihan Tutor, 2 Konsep SPTJJ, 3. Konsep dan Prinsip Belajar Mandiri, 4. Strategi Belajar Mandiri; 5. Pengembangan KIT Tutorial; 6. Pengembangan Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT); 7. Pengembangan Rancangan Acara Tutorial (SAT); 8 Pembelajaran Aktif dalam Tutorial; 9 Keterampilan Dasar Tutorial; 10. Ragam Metode Pembelajaran; 11 Tugas Tutorial; 12 Perencanaan Tugas Tutorial; 13 Teknis Praktik Tutorial Mini; 14 Prinsip Pengembangan Bahan Presentasi; dan 15. Praktek Entry nilai tutorial.

 

Patut2019 4 edit Patut2019 3 edit

Pada akhir pelatihan sebagai produk dari kegiatan Pelatut TTM UT, semua peserta wajib mengumpulkan kit tutorial yang telah dibuat sesuai dengan matakuliah yang diampu oleh masing masing peserta/tutor.

kuliah umum kemenristek

Universitas Terbuka (UT) ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk menggenjot Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Tanah Air. Ini dilakukan dengan mengalakan perguruan tinggi menerapkan model Pembelajaran Dalam Jaringan atau lebih dikenal dengan istilah Daring. Metode ini disosialsiasikan di Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja belum lama ini.

Materi sosilisasi ini dipresentasikan oleh Rektor UT Prof. Dr. Ojat Dorajat, M.Bus, Ph.D. Peserta sosisliasi ini berasal dari kalangan dosen dan pegawai yang menangani sistem informasi (SI) di lingkungan Undiksha, Singaraja. Sebelum sosisliasi ini dibuka oleh Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd.

Rektor UT Prof. Dr. Ojat Dorajat, M.Bus, Ph.D . mengatakan, kebijakan pemerintah pusat mentargetkan sampai tahun 2022 mendatang APK Perguruan Tinggi sebesar 40 persen. Sementara saat ini, APK Prguruan Tinggi baru pada angka 31,5 persen dan masih berada di bawah APK Perguruan Tinggi di beberapa negara di Asia Tenggara. Untuk mencapai tergat itu, UT sudah ditunjuk melaksanakan Strategic Flayer menyasar perguruan tinggi di Tanah Air. Salah satu kampus yang bekerjasama dengan UT adalah Undiksha. Nantinya, UT siap bekerjasama dengan Undiksha menyelenggrakan pendidikan di setiap program studi (Prodi) dengan model Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring). “Undiksha dengan UT sudah menandatangani kerjasama dan ini dilakukan dalam meningkatkan APK di Undiksha agar bisa meningkat sesuai target dan kebijakan pemerintah pusat. UT akan siap mendidik mahasiswa di Undiksha dengan sistem pembelajaran daring yang sudah kami jalankan di UT,” katanya.

Menurut Prof. Dr. Ojat Dorajat, M.Bus, Ph.D . model pembalajaran daring memberikan kemudahan diantaranya proses perkuliahan tanpa tanpa harus datang ke kampus seperti kuliah pada umumnya. Sebaliknya, mahasiswa bisa mengikuti perkuliahn dari tempat tinggal domisili-nya atau bahkan, mahasiswa asing pun bisa mengikuti kuliah lewat sistem pembelajaran daring itu sendiri. Hal ini juga memberi peluang bagi para dosen di setiap universitas untuk mengajar mahasiswa yang lebih banyak dan tanpa batas. Terkait dengan biaya, Prof. Dr. Ojat Dorajat, M.Bus, Ph.D . mengklaim sistem pembelajaran daring lebih murah dibandingkan dengan perkuliahn dengan sistem konvensional. Dengan keunggulan sistem ini, maka calon mahasiswa dari kalangan ekonomi mennegah ke bawah memiliki kesmepatan yang sama mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi dan otomatis nantinya APK menjadi terdongkrak. “Riset sudah membuktikan bahwa pembelajaran dalam jaringan ini memberikan keuntungan dan kemudahan dan ini akan memberi kesmepatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa untuk melakukan studi di perguruan tinggi yang dipilih,” katanya.

Sementara itu, Rektor Undiksha Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, dari segi dukungan sarana prasana, kampus yang dipimpinnya itu sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran daring seperti yang sudah dilaukan di UT. Hanya saja, sekarang pihaknya mempersiapkan sumberdaya menusia (SDM) dosen dan pegawai yang bisa mengikuti sistem yang pembelajaran untuk meningkatkan APK itu sendiri. Untuk itu, kerjasama dengan UT ini dibangun. Langkah awal yang dilakukan adalah mengenalkan sistem pembelajaran daring kepada jajaran dosen dan pegawai yang membidangi sistem informasi kampus. “UT ini sudah melaksanakan pembelajaran daring sudah 34 tahun dan pergruan lain belum, sehingga kita kerjasama dengan UT. Kalau sarana prasarana kita sudah mencukupi, tinggal sekarang dosen dan pegawai ini kita genjot untuk melaksanakan pembelajaran daring baik dalam Hibride Learning maupun Distance Learing,” katanya.

Di sisi lain Dr. Nyoman Jampel, M.Pd mengatakan, mahasiswa baru angkatan 2018-2019 ini 60 persen proses perkuliahannya dengan sistem Hibride Learning. Dalam sistem ini perkulian tatap muka dilakukan delapan kali dan delapan kali perkulian dengan online. Selain itu, menginjak tahun ajaran 2019-2020 mendatang, perkuliahan disetiap program studi ditargetan 25 persen-nya menerapkan pembelajaran daring. (ad)

Kontributor: I Komang Mudiarta

baksos1

Universitas Terbuka (UT) Denpasar melalui kelompok belajar (pokjar) Jalak Putih dan Makepung menggelar bakti sosial (baksos) di Kabupaten Jembrana, Minggu (14/4). Baksos melibatkan ratusan mahasiswa UT di Jembrana dengan mengumpulkan donasi yang selanjutnya diserahkan bagi warga kurang mampu dan anak-anak disabilitas di Jembrana.

Total donasi yang terkumpul kemarin Rp 12.500.000 dan diserahkan melalui SMA Saraswati Negara. Sehari sebelumnya, Sabtu (13/4), UT Denpasar melakukan rekrutmen mahasiswa S2 (magister) di Jembrana sebanyak 28 mahasiswa yang mendaftar.

Dirangkai dengan MoU dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana. Direktur UT Denpasar, Dra B Esti Pramuki, S.K, M.Pd. disela-sela baksos di SMA Saraswati Negara mengatakan kegiatan baksos ini digelar ide dari pokjar di Jembrana dan kali ini dilakukan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu dan disablitas. Disamping itu, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan UT di Kabupaten Jembrana.

Meskipun saat ini jumlah mahasiswa UT di Jembrana cukup banyak, tetapi UT berkeinginan untuk melebarkan sayap sehingga eksistensi UT semakin besar di Bali Barat. Sebagai Universitas Negeri dengan sistem pembelajaran jarak jauh, UT didorong pemerintah pusat membantu dalam pembelajaran daring.

Menuju cyber-u (cyber university), dimana semua pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sehingga semua kegiatan terkoneksi dengan TIK, mulai dari pendaftaran hingga ujian.

Sistem pembelajaran berbasis TIK ini ikut mendorong revolusi peran perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa. “Dengan amanat itu, kami berharap Kabupaten Jembrana ke depan bisa memberikan beasiswa kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. UT ini sistem pembelajaran jarak jauh, bukan kelas jauh,” ujar Pramuki.

baksos3

UT membuka peluang bagi masyarakat di Kabupaten Jembrana, kuliah dengan biaya murah. Sebab, UT menerapkan uang kuliah tunggal, tidak harus pakai uang gedung dan lain-lainnya.

Pengelola UT Pokjar Jembrana, I Komang Gede Santika Yasa mengatakan baksos ini merupakan program kerja yang setiap tahun digelar mahasiswa UT di Jembrana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Tridharma perguruan tinggi termasuk UT. “Kalau sebelumnya lingkungan, kita fokuskan untuk sekarang ini bantuan bagi siswa tidak mampu dan disabilitas. Kegiatan ini juga bentuk dukungan moril kepada siswa penyandang disabilitas, bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi untuk belajar hingga perguruan tinggi. Dan di UT kami membuka. Dan mahasiswa kami ada yang kondisinya disabilitas,” ujar Santika Yasa didampingi koordinator Pokjar Makepung, Ida Bagus Artaya.

Bahkan salah satu alumni UT PGSD dari Jembrana saat ini telah diterima sebagai CPNS. Selain penyerahan bantuan bagi siswa tidak mampu dan disabilitas, kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini juga dirangkai dengan donor darah, pentas seni dan konser musik menghadirkan Made Gimbal.

Sumber : Balipost

rakorda juli 2018 1

Minggu (29/07) UPBJJ-UT Denpasar menggelar Rapat Koordinasi Daerah dengan tema “ Penguatan Layanan Kepada Mahasiswa Dalam Meningkatkan Kualitas Akademik dan Administrasi”. Bertempat di aula UT Denpasar, kepala UPBJJ-UT Denpasar, para koordinator,  beserta pengurus pokjar dari seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bali bertemu. Tak hanya bersilaturahmi, UPBJJ-UT Denpasar memperkenalkan pengurus pokjar baru diantaranya dari PERGUNU  (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) dan Karangasem. Pengurus pokjar juga membahas mengenai visi misi dari Universitas Terbuka yang dibawakan oleh Ibu Kepala UPBJJ-UT Denpasar, Dra. Esti Pramuki, M.Pd, skema baru pengurus pokjar oleh Kasubag Tata Usaha Bapak Yulianto, SE , praktik baik pengurus pokjar oleh Bapak Joko Kuwatno, SE selaku pengurus pokjar dari Kabupaten Gianyar dan Bapak Komang Santika, SH selaku pengurus pokjar dari Kabupaten Jembrana, materi registrasi dan pengujian oleh Koordinator Registrasi dan Pengujian Bapak Ahmad Rudyono, SE, serta penyegaran materi mengenai bantuan belajar oleh coordinator BBLBA, Bapak Gede Suwardika, S.Si, M.Si. Acara berlangsung dengan kondusif sampai dengan pukul 17.00 WITA dan di tutup dengan berfoto bersama dan penandatanganan  kontrak pengurus pokjar baru antara UT Denpasar dengan PERGUNU. 

Kontributor: Cokorda Istri Sinta