mou ut dengan lldikti wilayah 8 2 edit

Menghadapi era baru Revolusi Industri 4.0, industri pendidikan tinggi dihadapkan dengan perubahan dan tuntutan untuk mengimbanginya dengan peran digitalisasi. Merujuk pemaparan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta  Peraturan Menteri Ristekdikti tentang peraturan standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Perguruan Tinggi harus melaksanakan pembelajaran "dalam jaringan" dalam bentuk hybrid atau blended learning dengan berbasis online. Universitas Terbuka (UT) sudah mempunyai pengalaman melaksanakan pendidikan jarak jauh sejak 1984. Pada 2013 UT sudah berhasil memanfaatkan sarana digital dan menerapkan sistem pendidikan tinggi jarak jauh berbasis daring penuh (fully online) yang dapat diakses di mana pun untuk jenjang pendidikan Pascasarjana, dan sejak 2016 untuk jenjang S1 dan diploma.

Menurut Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, di era ini pemanfaatan internet dan Big Data adalah sebuah keniscayaan. Dan UT diharapkan sebagai PTN yang sudah berpengalaman dalam Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) berbasis digital, mampu menjadi pelopor perkembangan Cyber University di Indonesia. Dengan total mahasiswa UT berjumlah 320.000 mahasiswa aktif, tentulah UT didukung oleh SDM yang terampil dan berkualitas untuk tetap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikannya.

mou ut dengan lldikti wilayah 8 1 edit

Pendidikan jarak jauh yang dikembangkan UT tidak hanya dalam pembelajaran (e-learning, tutorial online, dan bahan ajar interaktif), tetapi sejak proses registrasi hingga ujian pun sudah dapat diakses secara digital (online). Semua hal tersebut dikembangkan secara terus-menerus dan berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan teknologi untuk menunjang proses perkuliahan, yang diharapkan mampu mempermudah dan memperluas daya jangkau sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penandatanganan MoU antara Universitas Terbuka yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., (Rektor UT) dengan LLDIKTI Wilayah VIII, Politeknik Negeri Bali, Universitas Ngurah Rai, dan IKIP PGRI yang dilaksanakan di LLDIKTI Wilayah VIII, Denpasar, Bali, pada Senin, 5 Agustus 2019 ini, diharapkan PTN dan PTS di Bali bisa mengadopsi sistem yang telah diterapkan UT untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia khususnya di Bali. Hal tersebut untuk mendukung wacana Menristekdikti agar semua perguruan tinggi dapat menjadi Cyber University seperti UT.

Konsep cyber university nantinya mampu menampung salah satu isu Distance Higher Education yaitu Micro-Credential merupakan sebuah keterampilan bersertifikasi untuk meningkatkan keterampilan seseorang yang dapat diperoleh dalam waktu yg singkat. Dengan sistem tersebut diharapkan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali bisa merasakan peyebaran pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau, berkualitas, dan fleksibel dengan tidak perlu meninggalkan hobi, pekerjaan, bahkan bisa mengakses perkuliahan tanpa meninggalkan kampung halaman.

Lulusan dari sistem Cyber University nantinya memiliki keterampilan dan kualitas dalam bidang ilmu pengetahuan dan  teknologi yang memiliki daya saing di era Digital.

 

Kontributor : Kadek Masakazu